Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Maret 2017

Menjadi Wanita Shalehah Karena Nasihat Seorang Pemuda

Mungkin sedikit orang yang menyadari bahwa istiqomah dalam ketaatan adalah salah satu bentuk dakwah, orang-orang memahami bahwa dakwah hanyalah penyampaian dalam bentuk lisan, tulisan, atau pelajaran. Penulis pernah mendengar salah seorang da’i menyampaikan sebuah kisah tatkala ia berada di Amerika. Da’i ini adalah seorang yang berasal dari Arab Saudi. Tatkala dia ke Amerika dan menjadi pemateri di sebuah pertemuan tak disangka ada seorang pemateri juga berasal dari Arab Saudi namun sudah 40 tahun tinggal di Amerika.

Tatkala ia melihat da’i ini, ia pun merasa malu dengan penampilan sang da’i yang sesuai dengan latar belakang Arabnya; memkai jubah dan mengenakan gurtah. Lalu ia menegur sang da’i untuk mengganti apa yang ia pakai karena itu terkesan kuno dan terbelakang, beda dengan penampilannya. Sang da’i tidak menanggapi serius perkataannya.
Yang mengagetkan adalah saat orang Arab Saudi –Amerika- ini melihat sang da’i menunaikan shalat di sela-sela break acara. Ia mulai terenyuh dan mengingat kembali siapakah dia ini sebenarnya. Ketika masjid atau tempat shalat sepi, ia masuk ke dalamnya dan menunaikan shalat sambil menangis tersedu-sedu. Sehabis shalat sang da’i menanyakan apa yang terjadi padanya. Ia menjawab sudah 40 tahun ini aku tidak shalat, dan aku baru teringat akan hal itu ketika melihatmu menunaikan shalat.
Itulah istiqomah dan itulah dakwah, istiqomah dalam ketaatan itu bisa menginspirasi pelaku dosa untuk bertaubat dan berhenti dari perbuatan dosanya.

Sebagaimana kisah berikut ini, seorang pemuda yang shaleh, menginspirasi seorang wanita yang hidupnya dipenuhi kelalaian dan jauh dari nila-nilai ketaatan kepada Allah. Berikut kisahnya…
Dari Ahmad bin Said dari bapaknya, ia berkisah:

Di Kufah terdapat seorang pemuda yang rajin beribadah. Ia selalu ke masjid, tidak pernah tidak. Ia juga seorang yang tampan dan baik. Lalu ada seorang gadis cantik dan cerdas jatuh hati padanya. Selang berapa lama, suatu hari gadis itu berdiri di jalan yang biasa dilewati pemuda menuju masjid.
Gadis itu berkata (untuk merayunya), “Dengarkanlah ucapanku, kemudian setelah itu terserah kamu.” Pemuda itu berlalu tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya. Sewaktu pemuda itu pulang dari masjid, wanita tersebut masih berdiri di tempatnya, dia berkata, “Wahai fulan, dengarkanlah ucapanku.” Pemuda itu serba salah, lalu ia pun menjawab, “Ini adalah perbuatan yang bisa mendatangkan prasangka buruk. Sementara aku tidak menyukai hal itu.”

Gadis itu berkata, “Demi Allah, tidaklah aku berdiri di sini karena ketidaktahuanku tentang dirimu. Na’udzubillah, kalau orang-orang melihat seperti itu dariku. Yang membuatku berani dalam urusan ini adalah pengetahuanku bahwa sedikit dari hal ini menurut orang-orang adalah banyak, dan kalian para ahli ibadah dalam urusan ini bisa berubah oleh sesuatu yang remeh. Yang ingin aku katakana kepadamu adalah anggota tubuhku selalu tertuju padamu. Maka Allah… Allah pertimbangkanlah urusanku dan urusanmu.”
Maksud gadis ini ia telah lama memperhatikan sang pemuda oleh karena itu ia katakana tujuannya berdiri di jalan tersebut karena tahu dan kagum kepada sang pemuda. Ia berani merayu sang pemuda walaupun orang-orang shaleh seperti pemuda ini menganggap besar dosa-dosa yang diremehkan orang, namun tidak jarang mereka juga tergelincir oleh wanita, gadis itu katakana “kalian ahli ibadah bisa berubah karena urusan yang remeh.”
Pemuda itu pulang dan hendak menunaikah shalat (sunah pen.) di rumah, namun ia tidak bisa melakukannya karena pikirannya terganggu. Lalu ia menulis dan keluar dari rumahnya. Ternyata sang wanita masih berdiri di tempatnya, sang pemuda pun memberikan apa yang ia tulis kepada wanita tersebut, lalu kembali lagi ke rumah.

Tulisan itu berisi, “Bismillahirrahmanirrahim.. ketahuilah wahai Fulanah, jika ada seorang muslim yang bermaksiat kepada-Nya, maka Dia menutupinya. Jika dia mengulanginya maka Allah tetap menutupinya. Tetapi jika ia telah memakai pakaian kemaksiatan, maka Allah ‘Azza wa Jalla murka dengan kemurkaan dimana langit, bumi, gunung, pohon, dan hewan-hewan tidak kuasa menanggungnya. Siapa yang kuat menanggung murka-Nya?

Jika apa yang kamu sebutkan itu suatu kebatilan, maka aku mengingatkanmu akan suatu hari ketika langit seperti luluhan perak dan gunung-gunung seperti kapas. Umat manusia berlutut di hadapan Allah Yang Maha Besar lagi Maha Agung. Demi Allah, aku sendiri tidak mampu menyelamatkan diriku, lalu bagaimana mungkin aku mampu menyelamatkan orang lain saat itu? Jika apa yang kamu sebutkan itu benar (ingin mengobati luka), maka akan kutunjukkan kamu kepada dokter yang mampu mengobati luka yang perih dan rasa sakit yang pedih, Dia adalah Allah Rabbul ‘alamin. Kepada-Nya lah kamu harus berlari dengan permohonan yang benar. Aku sendiri telah sibuk –tak sempat memikirkanmu- karena firman Allah

“Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat) ketika hati menyesak sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang zalim tidak menyukai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya. Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-semabahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Mukmin: 18-20). Adakah tempat berlari dari ayat ini?

Beberapa hari kemudian gadis itu kembali berdiri di jalan yang dilewati pemuda itu. Tatkala si pemuda itu melihatnya dari jauh, ia pun hendak kembali supaya tidak melihatnya. Tetapi gadis itu berkata, “Wahai pemuda, jangan kembali. Karena tidak ada pertemuan setelah ini, kecuali di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla.” Lalu dia menangis dengan keras. Gadis itu berkata, “Aku memohon kepada Allah dimana kunci hatimu berada di tangan-Nya agar memudahkan urusanmu yang sulit.” Kemudian gadis itu mengikutinya dan berkata, “Bermurah hatilah kepadaku dengan nasihat yang bisa aku bawa. Berikanlah wasiat kepadaku yang bisa aku kerjakan.”

Pemuda itu berkata, “Bertakwalah kepada Allah, jagalah dirimu, ingatlah firman Allah, ‘Dan Dia-lah yang menidurkanmu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari’ (QS. Al-An’am: 60). Gadis itu tertunduk, dia menangis lebih keras dari tangisannya yang pertama. Setelah itu dia tidak keluar rumah, dia bersungguh-sungguh beribadah. Dia tetap seperti itu hingga meninggal dalam kesedihan, menyesali dosa-dosanya selama ini. Di kemudian hari, pemuda itu teringat akan sang gadis, ia pun bersedih karena kasihan kepadanya.

Menurut penilaian kita, wanita itu tidak meraih apa-apa dari orang yang dicintainya, tetapi dia meraih sesuatu yang lebih utama dari dunia dan seisinya, ia menemukan jalan yang baik dan amal yang shaleh. Karenanya Allah memberi wanita tersebut taufik untuk bertaubat dan memudahkannya untuk beribadah. Semoga di akhirat dia meraih apa yang diinginkannya dan berkumpul dengan orang yang dicintainya.
Sumber: Ensiklopedi Kisah Generasi Salaf
Nenek Penjaga Wahyu Alquran

Nenek Penjaga Wahyu Alquran


Tahukah Anda, Alquran diturunkan dengan 7 macam cara baca? Atau dikenal dengan Qiraat Sab’ah (qiraat tujuh). Disebut Qiraat Tujuh karena ada tujuh Imam Qiraat yang terkenal. Masing-masing memiliki langgam bacaan tersendiri. Tiap Imam Qiraat memiliki dua orang murid yang bertindak sebagai perawi (periwayat). Tiap perawi tersebut juga memiliki perbedaan dalam cara membaca Alquran sehingga ada empat belas cara membaca Alquran yang masyhur. Apa yang kita baca dan terkenal di masyarakat kita adalah bacaan riwayat Hafs dari Ashim.
Hmm.. rada berat? Loading.. bentar, kita lanjut lagi ya

Menghafalkan Alquran –dengan satu riwayat saja- bukanlah perkara mudah. Tak banyak orang yang memiliki tekad dan mampu konsisten menjaga semangat sampai berhasil menghafalkan Alquran sempurna 30 juz. Menghafalkan Kitabullah ini butuh ketekunan. Kita bisa lihat mereka yang memulai menghafal Alquran. Pertama-tama menghafal beberapa ayat kemudian terkumpul menjadi satu surat. Ayat dan surat yang telah dihafal terus diulang-ulang sambil menambah hafalan yang baru. Keadaan tersebut terus berulang hingga beberapa bulan atau tahun ke depan. Wajar kalau penghafal Alquran begitu dihargai.

Itu baru proses menghafalkan satu riwayat, bagaimana kalau lebih dari satu riwayat? Tentu lebih sulit lagi.
Ada seorang wanita, namanya Ummu as-Saad binti Muhammad Ali Najm. Ia adalah seorang ulama wanita penghafal 10 riwayat bacaan Alquran. Seorang wanita di zaman modern ini yang sangat terkenal di bidang qiraat.

Masa Kecilnya
Ummu Saad dilahirkan pada 11 Juli 1925 di Desa Bandariyah, sebuah desa yang terletak di utara Kota Kairo, Mesir. Ia kehilangan penglihatannya di usia muda. Keluarganya berusaha mengobati matanya dengan pengobatan tradisional yang dikenal di daerah tersebut. Namun sayang, upaya mereka malah membuat Ummu Saad buta total.Ummu Saad
Kebiasaan masyarakat pedesaan di sana, apabila ada seorang anak yang buta, maka mereka mengkhidmatkan sang anak secara total untuk Alquran. Tentu ini kebiasaan yang baik, anak yang berkekurangan tidak diciutkan mentalnya dengan mengemis di jalanan atau hal-hal buruk lainnya. Ia dibesarkan dan dihibur hatinya dengan Alquran yang menyejukkan hati. Alquran yang mulia akan mewarisi kemuliaan untuk mereka. Umur 15 tahun, Ummu Saad berhasil mengkhatamkan hafalannya. Selanjutnya, Ummu Saad tinggal di Kota Iskandariyah, Mesir.

Berkhidmat Untuk Alquran
Setelah menghafalkan Alquran, Ummu Saad semakin giat menambah khazanah pengetahuannya tentang kitabullah. Ia mendatangi seorang ulama wanita, Nafisah binti Abu Ala –ulama Alquran di zamannya- untuk belajar Qiraah 10. Syaikhah Nafisah mensyaratkan suatu hal yang berat bagi siapa yang ingin mempelajari Qiraah 10. Syaratnya adalah mereka tidak boleh menikah selama-lamanya. Menurutnya, dengan menikah, para wanita akan tersibukkan dengan rumah tangga, hingga mereka luput dari 10 riwayat hafalan Alquran yang mereka tekuni. Tentu ini adalah syarat yang tidak dibenarkan syariat dan tidak boleh dipenuhi.

Nafisah sendiri teguh dengan pendiriannya. Dia tidak menikah, mesikupun banyak tokoh yang hendak menikahinya. Ia menyandang status gadis hingga wafat di usia 80 tahun. Syarat berat dari Syaikhah Nafisah diterima oleh Ummu Saad. Ia siap mengabdikan hidupnya untuk menjaga 10 riwayat Alquran tersebut.

Di usia 23 tahun, Ummu Saad telah berhasil menghafalkan 10 riwayat bacaan Alquran. Sebagai bukti kokohnya hafalannya, Syaikhah Nafisah pun memberikan ijazah pengakuan kepadanya.
Ummu Saad mengatakan, “Selama 60 tahun; menghafal, membaca, mengulang-ulang hafalan Alquran, membuatku tidak lupa sedikit pun bagian Alquran. Aku ingat setiap ayat. Tahu surat dan juz dari ayat tersebut. Tahu detil ayat-ayat yang mirip (atau serupa) dengan ayat lainnya. Dan aku tahu bagaimana membaca dengan setiap riwayat bacaan (langgam)ayat tersebut (dalam setiap qiraat). Aku merasakan betapa aku menghafalkan Alquran sebagaimana aku menghafal namaku sendiri. Aku tidak membayang-bayangkan karena lupa, satu huruf pun aku tidak lupa dan keliru pengucapannya. Aku tidak mengetahui ilmu lain selain Alquran dan qiraatnya. Aku tidak pernah menghafal, belajar, atau bahkan mendengar pelajaran selain Alquran al-Karim, matan ilmu qiraat, dan tajwid. Selain itu, aku tidak mengetahui bidang ilmu lainnya.”

Dari sini kita bisa mengetahui betapa murninya bacaan Alquran Ummu Saad karena pikirannya tidak terpengaruh dengan ilmu-ilmu lainnya.

Ummu Saad Menikah
Ummu Saad menikah dengan seorang murid terdekatnya, Syaikh Muhammad Farid Nu’man, seorang qori terkemuka di Iskandariyah. Ummu Saad mengtakan, “Aku tidak bisa memenuhi janjiku yang telah kuucapkan kepada guruku -Syaikhah Nafisah- untuk tidak menikah. Muhammad Farid, biasa menyetorkan hafalannya padaku dengan berbagai qiraat. Aku pun tertarik padanya. Sama sepertiku, ia juga mengalami kebutaan dan mengahfal Alquran sejak kecil. Aku mengajarinya selama 5 tahun lamanya. Setelah ia menyelesaikan belajar 10 qiraat dan mendapatkan riwayat dariku, ia pun melamarku. Dan aku menerimanya.”
Keduanya telah mengarungi bahtera rumah tangga selama 40 tahun, namun belum juga dikaruniai buah hati. Ummu Saad senantiasa berprasangka baik kepada Allah dan mengambil hikmah dari apa yang ia alami. Di tengah kekurangan tersebut, ia berucap, “Alhamdulillah.. Aku merasa bahwa Allah memilihku untuk selalu berada dalam kebaikan. Mungkin, sekiranya aku hamil aku akan sibuk dengan anak-anak dan terluput dari Alquran. Lalu hafalanku hilang”.

Jalur Periwayatannya
Seseorang patut berbangga ketika ia mempelajari Alquran, kemudian bacaannya telah diakui kefasihannya oleh gurunya yang memegang riwayat qiraat. Sehingga kefasihannya mendapat pengakuan sebagaimana (mirip) bacaan ketika Alquran diturunkan kepada Nabi ﷺ dari Allah ﷻ.
Berikut silsilah riwayat bacaan Alquran Ummu Saad: qiraat 10 Ummu Saad dari asy-Syathibiyyah dan ad-Durrah: Syaikhah Nafisah binti Abu al-Ala dari Abdul Aziz Ali Kahil dari Abdullah ad-Dasuqi dari Syaikh Ali al-Hadadi –Syaikhul Qurra di negeri Mesir- dari Syaikh Ibrahim al-Ubaidi dari Syaikh al-Jami’ al-Azhar, Muhammad bin Hasan as-Samnudi dari Ali ar-Rumaili dari Syaikh Muhammad bin Qasim al-Baqri dari Syaikh Abdurrahman bin Syuhadzah al-Yamani dari Ali bin Ghanim al-Maqdisi dari Muhmmad bin Ibrahim as-Samdisi dari asy-Syihab Ahmad bin Asad al-Amyuthi dari Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin al-Jazari asy-Syafi’i dari Abdurrahman bin Ahmad al-Baghdadi dari Muhammad bin Ahmad ash-Sha-igh dari Ali bin Syuja’ul Kamal adh-Dharari (Imam asy-Syathibi) dari Imam Abi al-Qasim dari Imam Ali bin Muhammad bin Hudzail al-Balansi dari Abi Dawu Sulaiman bin Najah dari Imam Abi Amr ad-Dani dari Thahir bin Ghalbun dari Ali bin Muhammad al-Hasyimi dari Ahmad bin Shal al-Asynani dari Abi Muhammad Ubaid bin ash-Shabah dari Hafsh bin Sulaiman dari Ashim bin Bahdalah bin Abi an-Najud dari Abi Abdurrahman Abdullah bin Hubaib as-Silmi dari Utsman dan Ali dan Abdullah bin Mas’ud dan Ubay bin Ka’ab dan Zaid bin Tsabit dari Rasulullah ﷺ yang menerima wahyu dari perantara Malaikat Jibril dari Allah ﷻ.
Itulah rantai periwayat Ummu Saad bersambung hingga Rasulullah ﷺ.

Murid-muridnya
Banyak pelajar Alquran yang mengambil riwayat darinya. Baik tua maupun muda, laki-laki atau perempuan, kalangan insinyur yang mendalami Alquran, demikian juga dokter-dokter, para guru, dosen-dosen, mahasiswa, dll.
Setiap murid, ia berikan waktu dan perhatian khusus. Masing-masing memiliki waktu tidak lebih dari 1 jam setiap harinya. Mereka membaca, kemudian dikoreksi oleh Ummu Saad kualitas bacaan surat yang telah mereka hafalkan. Ia perbaiki kesalahan-kesalahan muridnya juz per juz hingga selesai 30 juz atas bimbingannya. Koreksi bacaan atau tahsin al-qiraah dilakukan per qiraat. Sedetil itulah ia membimbing murid-muridnya.

Setiap selesai satu qiraat, ia berikan ijazah tertulis sebagai pengakuan atas kualitas bacaan sang murid. Ijazah tersebut juga sebagai bukti bahwa sang murid telah membaca Alquran di hadapannya dengan sempurna, benar, dengan detil tajwid yang tepat. Masya Allah… betapa waktunya ia dermakan untuk Alquran dan menjaga kalam ilahi.
Di antara murid-murid tersebut ada yang hanya mengambil satu qiraat. Sedikit di antara mereka yang mengambil 10 qiraat.

Murid-muridnya yang terkenal adalah dr. Ahmad Nu’aini’, Syaikh Miftah as-Sulthani, dan pengajar-pengajar Ma’had al-Qiraat di Iskandariyah.

Perjalanan Ke Hijaz
Salah seorang murid Ummu Saad menghadiahinya tiket perjalan ke tanah haram untuk menunaikan haji dan umrah. Sang murid juga menjamunya di sana. Dalam kesempatan itu pula, Ummu Saad memberikan sanad bacaan kepada puluhan penghafal Alquran dari berbagai negara. Seperti Arab Saudi, Pakistan, Sudan, Palestina, Libanon, Chad, dan Afganistan. Ijazah termuda diberikan kepada salah seorang penghafal Alquran dari Arab Saudi yang baru berusia 10 tahun.

Wafatnya Sang Penjaga Alquran
Ummu Saad wafat di waktu fajar, tanggal 16 Ramadhan 1427 H bertepatan dengan 9 Oktober 2006 M. Allah ﷻ menganugerahkannya usia cukup panjang, 81 tahun. Jenazahnya dishalatkan di wilayah Bahri, Iskandariyah, Mesir.

Semoga Allah ﷻ merahmati Ummu Saad, membalas segala usaha kebaikannya dan kesungguhannya dalam menjaga Alquran al-Karim. Sedari kecil, ia meng-akrabi Alquran. Menekuni cabang-cabang kelimuannya. Puluhan tahun berlalu dari usianya, di usia senja, ia tetap bersemangat mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk Alquran.

Penutup
Semoga kisah perjuangan Ummu Saad dalam menghafal, menjaga, dan mengajarkan Alquran mampu memberikan inspirasi kepada kita untuk menghafalkan Alquran, mempelajari hukum-hukumnya, mengamalkan dan mendakwahkannya.
Murid-murid Ummu Saad dengan beragam profesi mereka mengajarkan kepada kita, bahwa Alquran pun bisa dihafalkan oleh mereka yang sibuk.
Sumber:
– http://islamstory.com/ar/ام-السعد-قصة-كفاح-مع-كتاب-الله
Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com

Rabu, 01 Maret 2017

Al-Qur’an Tuntunan dan Pedoman Hidup Umat Islam


Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah Swt. Kepada Rasulullah Saw. Melalui perantara malaikat jibril dengan lafal dan maknanya. al-Qur’an merupakan mukjizat beliau yang sangat berharga bagi umat Islam hingga saat ini.

Kitab suci yang diturunkan pada bulan suci Ramadhan ini, di dalamnya terkandung petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagian hidup di dunia maupun akhirat. Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah Saw. Agar dijadikan sebagai pedoman, konsep, dan aturan hidup manusia sebagaimana firman Allah Swt, berikut:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ () الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

“Kitab (al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. al-Baqarah [2]: 2-3)

Sehubungan dengan Al-Qur’an sebagai wahyu yang diberikan oleh Allah, Rasulullah Saw, bersabda:

“Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnah (hadits) Nabi-Nya.” (HR.Malik)

Secara garis besar, kandungan atau intisari yang terdapat di dalam ayat-ayat al-Qur’an ialah tentang akidah, ibadah, akhlak, hokum-hukum, peringatan, sejarah-sejarah atau kisah-kisah, serta dorongan untuk berpikir.

Kandungan tersebut bertujuan membimbing umat manusia agar tetap berada di jalan-Nya dan tidak terjebak oleh godaan dan rayuan setan. Setidaknya, ada tiga tujuan penting diturunkannya al-Qur’an, yaitu:

    Beribadah kepada Allah Swt, dengan membacanya,
    Pelajari isi kandungannya, serta
    Diamalkan.

Jika suatu buku memiliki suatu nilai manfaat dari setiap isinya, maka al-Qur’an banyak memiliki manfaat dan menjadi tuntunan hidup atau pegangan bagi manusia dalam menjalani kehidupan d dunia . bahkan, al-Qur’an memiliki keistimewaan bagi setiap orang yang membacanya.
Rasulullah Saw, bersabda:

“Ibadah yang paling istimewa adalah membaca al-Qur’an dan Mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.” (HR. Bukhari).

Sebagai panduan untuk menjalani  kehidupan di dunia seharusnya umat muslim menyadari bahwa membaca al-Qur’an merupakan ibadah yang paling utama dan sangat dicintai oleh Allah Swt,.

Bahkan, sebagian ulama sepakat bahwa hokum membaca al-Qur’an adalah wajib ‘ain. Mereka berpendapat bbahwa setiap orang mengaku Islam harus mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Jika tidak ia berdosa. Beriman kepada al-Qur’an bukan sekadar

percaya, namun mesti dibuktikan dengan implementasi yang nyata sebagai tuntunan dari iman tersebut, yaitu membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Al-Qur’an diturunkan Untuk di baca oleh setiap orang muslim, direnungkan dan dipahami makna, perintah dan larangannya, kemudian diamalkan. Sehingga, al-Qur’an bisa menjadi hujjah baginya dihadapan Allah Swt. Sekaligus pemberi syafaat pada hari kiamat.

Allah Swt. Telah menjaminbagi orang yang membaca al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya tidak akan tersesat di dunia, serta mendapatkan rahmat dan diselamatkan di akhirat kelak.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. Bersabda:

“Aku tinggalkan kepadamu sekalian dua hal, jika kamu berpegang teguh kepada keduanya, niscaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu al-Qur’an dan sunnahku.” (HR. Tirmidzi)

Secara tersirat, hdits tersebut menunjukkan bahwa apabila kita selalu berpegang teguh pada ajaran al-Qur’an dan sunnah easul, kita akan terselamatkan, baik di dunia maupun akhirat.

Sayangnya, banyak umat Islam yang meninggalkan al-Qur’an, mereka tidak membacanya, apalagi mengamalkannya. Sungguh ironis, kitab suci terakhr yang diturunkan oleh Allah Swt, ini tidak mendapat perhatian dan tidak dibaca untuk diamalkan.

Semestinya, al-Qur’an dijadikan pedoman dan panduan dalam menjalani kehidupan di dunia agar hidup kita penuh dengan keberkahan dan kenikmatan. Dalam muqaddimah tafsirnya, Sayyid Quthb berkata,

”Hidup dalam naungan al-Qur’an adalah nikmat. Nikmat yang hanya diketahui oleh orang yang telah merasakannya. Nikmat yang dapat menambah usia, memberkahi, dan menyucikannya.”

Oleh sebab itu, tidak ada keraguan untuk menjadikan al-Qur’an sebagai pegangan untuk mengarungi hidup di dunia yang penuh misteri, terlebih supaya kita tidak tersesat.

Selain al-Qur’an, sumber pegangan hidup yang kedua adalah hadits (Perkataan, tindakan, dan sesuatu yang disetujui oleh Rasulullah Saw.) karena Hadits merupakan cermin dari Al-Qur’an, maka mengikuti Rasulullah saw menjadi wajib hukumnya. Itulah sebabnya,Allah Swt. Menjadikan sebgai teladan bagi seluruh umat manusia.

Allah Swt, Berfriman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (Kedatangan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah.” (QS.Al-Ahzab [33]: 21)

Anak shalih dan shalihah akan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah dalam mengarungi hidup. Oleh karena itu, sejak dalam kandungan, anak harus diperkenalkan dengan Al-Qur’an. Tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak menjadi shalihdan shalihah yang berpegang teguh pada AL-Qur’an terdapat dalam firman Allah Swt.berikut:

الر ۚ كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

“Alif, laam raa. (Ini adalah) kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka,(yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim [14]: 1).

Berdasarkan ayat tersebut, kita dianjurkan oleh Allah Swt. Untuk berpegang teguh pada al-Qur’an guna mengeluarkan manusia (termasuk anak-anak kita yang masih ada ada dalam kandungan) dari kebodohan, kemudian menuju pengetahuan sejati.

Sumber: reportaseterkini.net

Selasa, 28 Februari 2017

Pacaran Menurut Agama Katolik, Kristen, dan Islam


Pacaran bukan suatu masalah yang sederhana tetapi merupakan suatu yang berpengaruh besar bagi kehidupan manusia, pacaran bukan hanya dinikmati oleh orang dewasa, namun para remaja bahkan anak-anakpun telah mengetahui apa itu pacaran bahkan mereka telah menjalin suatu hubungan yang dinamakan pacaran ini. Khususnya untuk para remaja pacaran ialah suatu kebutuhan yang harus dipenuhi, yang tak bisa mereka hindari. Bahkan para remaja sendiri membuat argumen yang menjatuhkan diri mereka sendiri seperti ”jika tidak memiliki pacar itu bertanda bahwa seseorang itu tidak laku ‘. Dari prinsip yang seperti itu timbullah ambisi untuk memiliki pacar, berjuang demi mendapatkan pacar, berkorban demi mendapatkan pacar, segala sesuatu dilakukan demi mendapatkan pacar. Bahkan saat ditolakpun tetap mencari jalan agar tetap bisa diterima. Jika saya berfikir secara logika, memang pacaran itu sah-sah saja,karena melalui pacaran kita akan lebih terlebih dahulu mengenal pasangan kita sebelum kita jadikan ia sebagai istri ataupun suami, melalui pacara kita akan mengerti bagaimana perilaku ia, apakah kita merasa cocok dengannya atau tidak.

Namun dibalik sah-sah saja itu mengapa pacaran itu dilarang, menurut penulis ada beberapa faktor mengapa pacaran itu dilarang:

1. Penyalahgunaan Pacaran, pacaran hanya digunakan untuk bersenang-senang, berpoya-poya, menghabiskan uang orang tua.
2. Lalai, jika telah memiliki pacar biasanya orang itu akan lalai baik dengan tugasnya, kewajibannya ataupun tanggungjawabnya. Ia akan lebih mementingkan kekasihnya dibandingkan dengan pekerjaannya.
3. Masa depan Suram, karena pacaran banyak para remaja Indonesia yang putus sekolah, karena seperti yang telah kita ketahui hamil sebelum nikah, terlalu sayang dan cinta sama pacar kemudian ditinggal pergi atau putus maka akan merasa kecewa akhirnya karena cinta seseorang dapat melakukan bunuh diri.
4. Memberontak, terkadang demi pacar seseorang berani memberontak kepada orangtuanya, membohongi orangtuanya, pergi dari rumah tanpa sepengetahuan orangtuanya, memarahi orangtuanya, bahkan terkadang perhatian dan kasih saya seorang anak lebih besar kepada pacarnya dibandingkan orangtuanya. Sang pacar akan lebih takut kena marah pacarnya dibandingkan dengan orangtuanya.
5. Nikah Muda, maraknya pernikahan dini merupakan sesuatu yang disebabkan oleh pacaran.
6. Bukan Karena Cinta, saat ini kenbanyakan anak muda berpacaran bukan karena ia mencintainya tetapi karena ia tampan atau cantik, karena ia kaya atau karena ia mapan, karena gagah atau karena seksi.
7. Pelempiasan, pelempiasan juga sangat sering terjadi pada dunia pacaran, hanya untuk melempiaskan hawa nafsu dan kesengan sesaat.

Tidak bisa kita pungkiri, pada kenyataannya inilah yang terjadi. Untuk era dewasa ini sedikit sekali yang berpacaran dengan berlandaskan cinta. Cinta yang begitu indah membuat setiap orang ingin jatuh cinta, namun keindahan cinta akan terasa sakit bila seseorang yang kita cintai tidak mencintai kita. Ini yang membuat cinta itu sulit untuk didefinisikan, terkadang untuk mendefinisikan cinta, kita seolah-olah kehilangan logika, apa itu cinta.

Diatas merupakan dampak negatif yang dipaparkan oleh penulis tentang pacaran, namun agar lebih jelasnya penulis akan memaparkan pacaran menurut berbagai agama yakni agama katolik, kristen dan islam. Mengapa saya mengambil dari berbagai agama karena menurut saya agama itu tidak ada yang mengajarkan tentang keburukan. Agama selalu menuntun umatnya ke jalan yang lurus, ke jalan yang benar dan agama merupakan kepercayaan dan keyakinan kita masing-masing karena agama meruapakan ajaran dari Tuhan secara langsung.

Mungkin secara ilmiah atau sains dapat Anda bantah, tetapi bagaimana dengan firman Tuhan ? . . . {Yang bercetak miring dan tebal hasil kopi paste dari website, dapat dilihat disumber} !!!

Ini merupakan pendapat dari pihak atau gereja katolik;
a.Setiap perkawinan harus didasar kanpada cinta, artinya, “I for you” totally, without “you for me”, aku untuk kamu sehabis-habisnya, tanpa kamu untuk aku. Untuk itu periksalah calonmu secara cermat. Kalau calonmu lebih banyak “I for you”nya, malah sangat tipis “you for me”nya, nikahilah dia. Tetapi kalau calonmu itu tebal kedagingannya (=prinsip kenikmatan, suka mereguk keuntungan dari orang lain, dan “buta”, sehingga mudah salah pilih orang) lebih tebal dari pada kerohaniannya (=mata batinnya tajam dan prinsip korban diri bagi kekasihnya), jangan nekat menikahinya.

b.Semua agama melarang kawin beda agama. Hukum Gereja Katolik (c.1086, 1142) “Perkawinan beda agama tidaklah sah, kecuali ada ijin uskup”. Alasan gereja Katolik, bukan karena pihak lain itu kafir dan akan membawamu ke neraka, tetapi karena perbedaan paham mengenai dua hal, cinta dan perkawinan. Jangan-jangan paham cintanya itu “you for me” (kamu untuk aku), dan paham perkawinannya membolehkan poligami dan cerai-kawin. Namun walaupun beda agama, kalau sepaham dalam dua hal itu, uskup akan mengijinkannya.

c.Perkawinan beda agama dalam gereja katolik membolehkan pihak non-katolik tetap memeluk agamanya sendiri, namun pihak non katolik harus mengijinkan anaknya dibaptis Katolik. Kalau demikian, perkawinan boleh diberkati dan diakui sah oleh gereja.

Berikutnya pendapat dari pihak Kristen;
a.Menurut Alkitabkalau “terang” dan ”gelap” itu tak bisa menyatu, ”Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang denganorang-orangyang takpercaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? b.2 Korintus 6:14-15,Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaa napaka hterdapat antara kebenaran dankedurhakaan? Atau bagaimanakh terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?

Selanjutnya menurut perspektif dari agama islam;
Ulama Nahdlatul Ulama (NU) telah menetapkan fatwa terkait nikah beda agama. Fatwa itu ditetapkan dalam Muktamar ke-28 di Yogyakarta pada akhir November 1989. Ulama NU dalam fatwanya menegaskan bahwa nikah antara dua orang yang berlainan agama di Indonesia hukumnya tidak sah. Majelis Tarjih danTajdid PP Muhammadiyah juga telah menetapkan fatwa tentang pernikahan beda agama. Secara tegas, ulama Muhammadiyah menyatakan bahwa seorang wanita Muslim dilarang menikah dengan pria non-Muslim. Hal itu sesuai dengan surat al-Baqarah ayat 221. "Berdasarkan ayat tersebut, laki-laki Mukmin juga dilarang nikah dengan wanita non-Muslim dan wanita Muslim dilarang walinya untuk menikahkan dengan laki-laki non-Muslim," ungkap ulama Muhammadiyah dalam fatwanya.

Jika kita mengambil kesimpulan dari pendapat agama-agama diatas, jelas bahwa pernikahan beda agama tidak diperbolehkan, pernikahan beda agama hukumnya jelas haram karena itu merupakan larangan dari agama, setiap larangan agama kemudian kita lakukan jelas bahwa kita berdosa itu karena kita melanggar hukum agama. Begitu pula dengan berpacaran bila kita berpacaran menurut faktor dampak negatif yang telah dipaparkan oleh penulis tentu hidup kita tidak akan bahagia, dan sudah pasti hidup akan menderita penuh dengan penyesalan. Berpacaran hanya satu tujuan mencari pasangan hidup yang serasi untuk bisa saling melengkapi, saling mencintai dan menyayangi dan menambah keturunan, intinya adalah menjadi suami istri (menikah), selain itu hanyalah penyalahgunaan pacaran. Namun, jika kita melakuka pacaran dengan tujuan untuk menikah dan pasangan kita berbeda keyakinan maka itu tidak diperbolehkan.

Maka saran saya carilah pacar yang akan kamu jadikan pasangan hidupmu adalah satu keyakinan denganmu dan dia akan menjadi iman bagimu dan dapat menambah keimanan bagimu. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Sumber; Blogspot. 2012. Pacaran Islam Kristen. Online: http://pacaranislamkristen.blogspot.com/2012/06/pacaran-beda-agama.html Alkitab. 2013. Tanya Alkitab. Online: (http://www.tanyaalkitab.com/2012/12/pacaran-beda-iman-menurut-alkitab.h) diakses Senin, 24 Desember 2012 Blogspot. 2011. Apakah Gereja Katolik Mengizinkan Kawin Beda Agama. Online: (http://www.santoyakobus.org/page/content/article/53/Apakah-Gereja-Katolik-mengijinkan-perkawinan-beda-agama-.html) diakses Minggu 20 November 2011 Farahzya. Hukum Nikah Beda Agama dalam Islam dan Kristen, Samakah?. Online: (http://farahzya.blogspot.com/p/hukum-nikah-beda-agama-dalam-islam-dan.html)

Senin, 13 Februari 2017

Orang Tua Ini Sukses Bikin Anaknya Ketagihan Baca AlQur'an Dengan 5 Trik Ini


Sejak dari kecil lagi, berbagai kebiasaan telah diberikan orangtua kepada anak-anak, agar mereka dapat tumbuh dengan baik. Salah satu kebiasaan orangtua dalam mendidik anak-anaknya ialah memberikan pendidikan untuk membaca Al-Qur’an.

Salah satu contoh keluarga yang memberikan kebiasaan untuk membaca Al-Qur’an ialah keluarga Siti Aminah Sulaiman.

Ibu asal negeri Jiran, Malaysia ini membiasakan anak-anaknya untuk membaca Al-Qur’an setiap hari agar mereka mencintai Al-Qur’an. Sebagai seorang ibu yang bertugas mendidik anak-anak dan mengatur urusan rumah tangga, Aminah termasuk ibu yang cerdas lagi sholeha. Pasalnya, lewat didikannya akhirnya anak-anak Aminah sudah menjadikan Al-Qur’an sebagai sesuatu yang sangat penting dalam keseharian mereka. Bahkan, salah satu anak lelakinya kecanduan untuk membaca Al-Qur’an, hingga ia tidak bisa berhenti sehari pun untuk membaca Al-Qur’an. Subhana Allah.

Lantas, seperti apa sih cara Aminah membiasakan anak-anaknya untuk membaca Al-Qur’an?

Dikutip siakap keli, diteruskan wajibbaca.com berikut beberapa pendekatan yang digunakan Aminah dalam melatih anaknya agar cinta Al-Qur’an :

1. Berhenti Menyuruh Anak

Menurut Aminah, cara pertama yakni berhenti menyuruh anak untuk membaca Al-Qur’an. Artinya sebagai orangtua kita tidak hanya meyuruh anak tapi harus memberikan tauladan atau contoh yang baik kepada anak-anak terlebih dahulu.

Misalnya Aminah, ia mengitikadkan membaca Al-Qur’an setiap selesai shalat wajib. Demi memberikan tauladan, biasanya waktu antara maghrib ke Isya Aminah meninggalkan semua agenda belanja barang dapur dan kebutuhan lainnya. Ia memberikan teladan kepada anak-nya untuk membaca Al-Qur’an.

Saat Aminah sudah membiasakan membaca Al-Quran selesai shalat, awalnya anak-anaknya hanya cuek dan mengintipnya saja. Namun, setelah beberapa hari anaknya mulai penasaran dan mendekati Aminah hingga mereka pun ingin belajar dan membiasakan baca Al-Qur’an sama sepeti ibunya. Jika hal itu konsisten dilakukan, maka orangtua tidak perlu menyuruh dulu anaknya untuk membaca Al-Qur’an tapi justru sang anak yang menginginkannya.

2. Meluangkan Waktu untuk Membuat Halaqah Al-Qur’an

Aminah membuat agenda keluarga untuk membuat halaqah qur’an. Setiap hari Jumat, ia mewajibkan keluarganya untuk membuat halaqah, dimana mereka duduk dalam lingkaran, kemudian bergantian membaca Al-Qur’an. Biasanya Aminah membaca Surah Al kahfi setiap hari Jumat.

3. Tadabbur Terjemahan Al-Quran

Agar anak-anaknya tertarik untuk mentadaburi Al-Qur’an, maka Aminah mulai membiasakan tadabbur terjemahan Al-Quran. Akhirnya setelah ia konsisten, anak-anaknya pun penasaran dan ingin mengikuti apa yang dilakukan ibu mereka. Saat mereka mendengarkan tadabbur terjemahan Al-Qur’an, anak-anak mulai mengerti makna dari ayat-ayat Al-Qur’an yang setiap hari mereka baca.

4. Mencoba Menghafal Al-Qur’an Bersama

Jika sebelumnya anak-anak Aminah biasa menghafal Al-Qur’an sendiri, maka untuk membuat anaknya tidak bosan untuk menghafal Al-Qur’an, maka Aminah mengajak anaknya untuk menghafal Al-Qur’an bersama-sama.

Setelah ia ikut menghafal Al-Qur’an, Aminah baru mengetahui susahnya menghafal Al-Qur’an. Akhirnya, ia pun memahami apa yang anaknya lalui untuk menghafal Al-Qur’an.

5. Puji Anak Depan Suami

Untuk membuat minat anak semakin besar terhadao Al-Qur’an, maka Aminah biasa memuji setiap perkembangan anaknya dalam mempelajari Al-Qur’an kepada suaminya. Aminah sengaja memuji anak-anak di depan ayahnya, agar mereka merasa diakui dan semangatnya semakin besar untuk mempelajari Al-Qur’an.

Bagaimana ibu sholeha, apakah Anda sudah memahami tips cerdas bagi ibu sholeha untuk mengajak anaknya cinta Al-Qur’an?

Yaps, intinya sebelum orangtua mengajak anak untuk cinta Al-Qur’an maka orangtua harus terlebih dahulu mencintai Al-Qur’an, maka barulah lahir anak-anak pecinta Al-Qu’ran. Selamat menjadi pendidik cerdas dan sholeha. Selamat mencoba!

Sumber

Terharu, Keikhlasan Wanita ini Suapi Penumpang Yang Stroke Lalu Apa Yang Terjadi?


Dalam setiap kesempatan selalu ada saja kisah atau kejadian yang menginspirasi dan menjadi sebuah renungan untuk sejenak menyadari arti kehidupan. Sama seperti kejadian yang fotonya diunggah di media sosial dan menjadi viral.

Dalam unggahan tersebut nampak seorang pramugari kereta api tengah menyuapi seorang penumpang laki-laki berpeci.

Keikhlasan Pramugari Kereta Api Suapi Penumpang Yang Stroke Ini Menuai Pujian

Dilansir dari Tribun Bogor,
Jumat (07/10/2016), diketahui bahwa peristiwa tersebut terjadi di sebuah gerbong kereta api Tegal Bahari jurusan Tegal-Gambir dan foto tersebut diambil pada saat malam hari kemarin. Foto itu pun menunjukkan lokasinya berada di gerbong restorasi kereta tersebut.

Setelah ditelusuri tenyata pramugari yang baik hati itu bernama Whinda Novita. Ia merupakan karyawati PT Reska Multi Usaha yang merupakan anak cabang dari PT KAI.

Saat itu Whinda mendapati seorang penumpang yang kesulitan untuk memasukkan makanan ke mulutnya. Ternyata setelah dicermati, penumpang yang tidak diketahui identitasnya tersebut mengalami stroke sehingga sulit untuk menggerakkan kedua tangannya.

Melihat hal itu, Whinda kemudian memberanikan diri untuk membantu penumpang tersebut. selain menjadi tugasnya untuk melayani penumpang, hatinya pun tak tega melihat kondisi sang penumpang.

Baca : Ini Alasannya, Kenapa Pria Justru Lebih Suka Memilih Cewek Tanpa Makeup
Baca : Ingin Selingkuh, Pikirlah Seribu Kali! Simak Kisah Nyata Ini

Setelah mendapatkan izin, Whinda pun tak ragu menyuapi penumpang tersebut. Peristiwa itu kemudian menjadi sebuah kejadian langka bagi penumpang lainnya yang juga tengah makan di gerbong restorasi.

Foto-fotonya pun langsung tersebar dan menuai pujian dari para netizen.

“Terharu saya melihatnya, semoga ini bisa dilakukan oleh petugas manapun tak hanya di kereta api,” ucap seorang netizen


Sumber : mariberdakwah.com

MASYAALLAH, Ini Alasan Kucing Mendatangi Rumah Kita Tanpa Kita Sadari

Sahabat Muslim dan Muslimat di seluruh Dunia mari kita saling ber tukar ilmu disini penulis akan berbagi sedikit ilmu mungkin sedikit atau banyak yang sudah mengetahuinya, Mari kita simak bersama.



Sempat terganggu bersama adanya kucing liar yg datang pada kita? Paling Sering kucing-kucing liar masuk ke dalam rumah & datang ke kita, terutama diwaktu kita sedang mengambil makanan. Mereka mengeong seperti mengemukakan bahwa mereka mau meminta makanan dari kita.
Bisa Saja bagi para penggemar kucing, mereka tidak keberatan buat memberikan sedikit dari makanan yg dipunyai buat kucing tersebut. tetapi, bagi orang yg tak senang dengan kucing, bisa saja mereka bakal menendang kucing tersebut atau melemparinya dgn sandal.
Ketahuilah, bahwa kucing tersebut datang terhadap kita bukan tidak dengan tujuan & karena.

Berikut 3 lantaran kucing datang terhadap kita, & waktu mengetahuinya kita bakal merasa amat merugi seandainya tidak berikan makan kepada kucing tersebut.

1. Allah sedang beritahu makanan kita, hak kita itu bukan semuanya rezeki kita. Sebahagiannya rezeki kucing itu. maka itu dirinya datang kepada kita.

2. Allah sedang beritahu seandainya kita berikan makanan terhadap kucing itu, rezeki lain bakal Allah ubah yg lebih baik. Karena 1 kebaikan itu Allah balas 10 kebaikan. Allah maha dapat berikan lebih dari itu.

3. Allah sedang bagi tahu bila kita tidak berikan makanan terhadap kucing itu, sebenarnya kita sedang menolak rezeki baru yg Allah memberi pada kita. Rezeki itu luas bukan cuma terhadap duit.

Baca : Inilah 7 Alasan Mengapa Menikah Itu Tidak Mesti Harus Mewah, Yang Penting Sah
Baca : Istri Jauhi 3 Hal Ini Agar Pahala Hu-bung-an Sama Suami Berlipat, No 2 Paling Sering di Langgar....

Tapi meliputi seluruh kehidupan. Mau ikhlas berikan, berilah kepada hewan dikarenakan hewan tidak pandai mengucapkan terimakasih pada kita. Kucing cuma tahu minta & makan.

Semoga artikel ini bermanfaat buat para pembaca sekalian, silahkan di share ke saudara - saudara muslimin..

sumber : infokan7.blogspot.co.id

Jumat, 10 Februari 2017

Sayangi Nyawa Anda Dan Baca Lah ini.. Berbahaya! Jangan Mandi Pada Waktu Berikut! Sebarkan!

Mandi adalah aktifitas membersihkan badan untuk menghilangkan bau, debu, dan sel-sel kulit yang sudah mati menggunakan air. Mandi bermanfaat untuk memelihara kesehatan serta mempertahankan penampilan agar segar dan bersih.

Orang Indonesia mempunyai kebiasaan mandi dua kali sehari dengan air dan sabun. Mandi pagi dilakukan di pagi hari sebelum melakukan berbagai

kegiatan, sedangkan mandi sore dilakukan di sore hari atau bahkan malam hari. Namun tahukah anda, ada 2 waktu yang tidak dianjurkan untuk mandi, kedua waktu tersebut adalah:
Waktu ashar hingga 30 Menit Setelah Solat Ashar.


Setelah Maghrib hingga pukul 12 malam. Mengapa? ini penjelasannya :

30 menit setelah solat ashar itu adalah waktu dimana darah didalam tubuh kita ketika itu sedang panas dan denyut jantung melemah, jika kita mandi ketika itu, akan menyebabkan badan menjadi lelah dan penat untuk melakukan perkerjaan selanjutnya. Sebaiknya mandi sore dilakukan sebelum ashar atau setengah jam setelah waktu ashar hingga maghrib.

Mandi Setelah maghrib hingga jam 12 malam (tengah malam), pada waktu tersebut degup jantung mulai melemah seiring aktifitas tubuh yang menurun. Jantung kita melakukan istirahat dengan detak normal, jika membasuh sebagian besar bagian badan dengan air pada waktu tersebut akan menyebabkan penyakit jantung dan paru-paru basah. Sebaiknya mandi setelah 1 jam dari jam 12 malam. Antara pukul 2 - 4 pagi, itu akan lebih memberikan energy kepada badan seperti bateri yang telah lemah lalu dicas lagi, dengan catatan anda boleh mandi setelah tidur terlebih dahulu

Wanita Ini Tidak Pernah Pacaran, Sesuatu Yang Lucu Terjadi Dihari Pernikahannya

MASYAALLAH..!! Sang Istri Malu Bersalaman dengan Suami yang Baru Dinikahinya. Sungguh beruntung lelaki yang menjadi suaminya. Bagaimana tidak, di jaman modern sekarang ini, wanita ini berhasil menjaga "kehormatan" dirinya sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dengan menjaga auratnya dari sentuhan tangan laki-laki bukan mahram dan yang belum halal baginya.

Pengantin Muslimah Malu Bersalaman Dengan Suami

ANEH? Kenapa hal canggung kayak begini bisa terjadi?

Mungkin terdengar aneh bagi kebanyakan orang, namun seharusnya beginilah sifat dan tabiat yang harus dimilik oleh seorang wanita muslimah. Malu kepada lawan jenis, malu memperlihatkan auratnya apalagi bersentuhan dengan lawan jenis yang belum halal. Hal ini hanya akan bisa didapat pada diri seorang muslimah yang tidak pernah menjerumuskan dirinya pada mendekati zina ataupunpacaran.

Dan sesungguhnya muslimah yang shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia, sesuai sabda Nabi Salallahu 'Alaihi Wasallam berikut:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.”
(HR. Muslim)

Menjadi wanita muslimah yang beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala tentu tidak mudah, karena banyak sekali godaan dan rintangan dalam mencapainya. Apalagi di jaman serba modern sekarang ini dimana pergaulan bebas telah membudaya. Namun, ternyata kita masih dapat menemukan wanita shalihah seperti ini, MasyaAllah...

Seperti cerita berikut ini. Sebuah kisah nyata yang kami ambil dari jejaring sosial Facebook, semoga kisah ini dapat memberikan motivasi bagi muslimah-muslimah lainnya.

Kejadian unik ini terjadi pada pasangan yang baru saja menikah di negara bagian Kedah, Malaysia, pada 05 Juni 2015 silam. Sang istri malu bersalaman dengan suami yang telah sah dinikahinya sesaat setelah selesai ijab kabul pernikahan mereka.

Dilansir dari media sosial Facebook, dikatakan bahwa si wanita selama ini selalu menjaga dirinya sehingga tidak pernah disentuh oleh lelaki manapun kecuali mahramnya. Dan keanehan terjadi ketika si istri diminta bersalaman dengan suami sahnya, sang istri malu bersalaman dengan suami nya tersebut.

Kejadian ini mengundang tawa orang sekitar yang menyaksikan acara tersebut, bahkan tante dari si mempelai wanita sampai memaksa memegang tangannya agar mau bersalaman dengan sang saumi sah yang baru saja dinikahi.

Melihat kejadian ini sang suami tidak lantas marah, malahan ikut tertawa dengan yang lainnya sambil menepok jidatnya sebagaimana terlihat pada gambar.

Baca : Ibuku Memintaku Menceraikan Istriku yang Katanya Boros Karena Dia Memesan 13 Paket Secara Online, Tapi Waktu Kubuka Bungkusannya… Aku Langsung Menyesal!!
Baca : 5 Amalan Baik Yang Membuat Masuk Neraka , No 2 Paling Tidak Disangka


Hikmah yang dapat kita ambil adalah, begitulah seorang wanita yang selalu menjaga dirinya hingga kemudian kehalalannya datang padanya. Hal ini sangatlah penting, karena menjaga diri tersebutlah kemudian kita menjadi istri solehah nantinya.

Diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dari Ibnu ‘Abbas Radliallahu Anhu, bahwa Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wasallam ditanya oleh Umar bin al-Khattab Radliallahu Anhu:

“Akan aku informasikan kepadamu harta benda yang terbaik yang bisa seseorang dapatkan, yaitu istri yang baik (shalehah). Ketika dia (suaminya) melihatnya dia akan membuatnya senang dan ketika dia diperintah maka akan patuh dan ketika dia ditinggal (jauh dari suami) maka akan menjaga dirinya.”

Begitulah kisah istri yang malu bersalaman dengan suaminya. Semoga mereka menjadi keluarga bahagia di dunia dan akhirat.

Sumber : BuletinIslami.com

Sering Bacalah Ayat Ini Saat Sulit, Maka Allah Akan Kirim Seribu Malaikat Untuk Membantu Kesulitan Kita

Tersebutlah seorang laki-laki yang menempuh perjalanan dari Damaskus menuju Zabadani. Di tengah jalan, ada laki-laki lain yang berniat menyewa keledainya. Meski tak dikenal, ia mengizinkan laki-laki asing untuk menyewa keledainya. Keduanya berjalan menuju satu lokasi, beriringan.


“Ayo lewat arah sini,” ajak laki-laki penyewa keledai.
“Tidak, aku belum pernah lewat jalan itu. Mari tempuh jalan yang lain.” jawab si laki-laki. Mengelak.
“Tenang saja,” rayu laki-laki penyewa keledai, “aku yang akan menjadi penujuk jalan.”
Keduanya pun berunding hingga laki-laki pertama mengikuti saran laki-laki yang menyewa keledainya.
Tak lama setelah itu, keduanya sampai di sebuah tempat yang sukar dilalui. Medannya terjal dan curam. Laki-laki pemilik keledai melihat ada beberapa mayat tergeletak di sana.
Tak dinyana, laki-laki yang menyewa keledainya turun sembari menodongkan sebilah pedang. “Turunlah segera! Aku akan membunuhmu!”
Laki-laki pemilik keledai pun berlari sekuat kemampuannya. Ia berusaha menghindar, tapi sia-sia karena sukarnya medan yang harus dilalui.
“Ambil saja keledai kepunyaanku.
Bebaskan aku.” ujar laki-laki pemilik keledai. Nyawanya terancam.
“Pasti. Aku tidak akan menyia-nyiakan keledaimu. Tapi, aku juga ingin membunuhmu.” Gertak si laki-laki. Bengis.

Tak henti-hentinya, laki-laki pemilik keledai ini menyampaikan nasihat. Ia juga membacakan ancaman-ancaman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an dan hadits Nabi tentang dosa membunuh dan melakukan kejahatan secara umum.
Sayangnya, laki-laki itu tak menggubris. Nafsu membunuhnya sudah bulat. Tak bisa dicegah. Mustahil diurungkan.
“Jika demikian,” ujar laki-laki pemilik keledai, “izinkanlah saya mendirikan shalat. dua rakaat saja.”
“Baiklah,” bentak laki-laki jahat, “tapi jangan lama-lama!”
Qadarullah, semua hafalan laki-laki pemilik keledai hilang. Saat sibuk mengingat-ingat, laki-laki tak bernurani itu membentak dan menyuruhnya bergegas.
Akhirnya, teringatlah satu ayat oleh laki-laki pemilik keledai ini. Ia membaca firman Allah Ta’ala dalam surat an-Naml [27] ayat 62,
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).”
“Seketika itu juga,” tutur si laki-laki, “dari mulut lembah muncul seorang pengendara kuda membawa tombak. Dia melemparkan tombak tepat di dada laki-laki jahat itu hingga langsung tersungkur tanpa bernyawa.”
“Siapakah engkau?” tanya laki-laki pemilik keledai penuh heran sekaligus haru terima kasih.
“Akulah hamba-Nya Dia yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.”
Kisah menakjubkan ini juga dituturkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.
Wallahu a’lam.
Semoga bermanfaaat, bagikan info ini agar semua orang tidak patah semangat dalam menghadapi ujian sesulit apapun.....
Sumber : kisahikmah.com

ASTAGHFIRULLAH. DUNIA MAU KIAMAT..!!! GURU WANITA INI HADIAHI SISWANYA YANG ULANG TAHUN DENGAN BERHU-BUNG4N I-N-T-I-M

Tak hanya seorang siswa, guru berusia 25 tahun tersebut melakukan hubungan 53k5 dengan dua siswa yang merupakan kakak beradik.

Seperti dilansir kabar24h, Chelsea Lorson mer-ayu remaja tersebut untuk kepuasan 53k5ualnya sendiri. Selain itu juga sebagai hadiah ulang tahun salah satu remaja tersebut.


Lorson mengaku berhub-ung-an 53k5 dengan SMU Lewisburg berusia 17 tahun dan adiknya yang berusia 15 tahun.

Hubungan terlarang tersebut dilakukan dalam kendaraannya saat berada
di jalan masuk rumah remaja tersebut pada tanggal 20 dan 28 Januari lalu.
Wanita asal Pennsylvania, AS juga mengaku tergoda dengan salah satu rem-aja tersebut dan kemudian juga melakukan hubungan 53k5 dengan saudaranya.
Ia mengaku bersalah atas tuduhan penyerangan 53k-5u-al dan kekerasan 53k5u-al kelembagaan di Pengadilan Union County pada hari Jumat, 8 Juli.
Kepolisian Daerah Buffalo Valley melaporkan hubungan 53k-5 tersebut berawal dari pesan teks Facebook.

Anak laki-laki yang lebih tua diduga telah memintanya untuk memberi saudaranya hadir ulang tahun.
Sebagai bagian dari kesepakatan pembelaan, biaya lainnya termasuk paksa menyimpang hubungan 53k5u-al harus diberhentikan pada hukuman.
Lorson tetap bebas dari $ 25.000 jaminan tanpa jaminan.
Sumber: newspaper

Senin, 23 Januari 2017

Istri Jauhi 3 Hal Ini Agar Pahala Hu-bung-an Sama Suami Berlipat, No 2 Paling Sering di Langgar....


 Ber-h-u-b-u-n-g-an i-n-t-i-m yang dilakukan pasangan suami istri yang sah menurut Islam sesungguh adalah ke-n-i-k-m-a-tan dunia yang diberi ganjaran pahala yang luar biasa.

Namun dalam prakteknya dikehidupan sehari hari, masih sering terjadi salah pandang tentang makna dari ber-h-u-b-u-n-g-an itu sendiri sehingga bisa mengurangi nilai dan pahala yang didapat pasangan suami istri.
Untuk para istri muslimah, berikut ada 3 hal yang sering kali tidak disadari bahwa melakukan hal ini merupakan kesalahan dan haruslah dihindari ketika ber-h-u-b-u-n-g-an i-n-t-i-m dengan suami.

1. Berpenampilan tidak Mempesona

Untuk meningkatkan selera dan g-a-i-r-a-h suami, berpenampilan atau berpakaianlah yang mempesona sebelum melakukan h-u-b-u-n-g-a-n i-n-t-i-m.


2. Tidak Membersihkan Bau Badan

Perhatikanlah bau badan, dengan mandi dan membersihakn segala sumber bau tubuh bisa mingkatkan gairah suami saaat melakukan h-u-b-u-n-g-a-n i-n-t-i-m. Gunakan wewangian khas agar bau anda dirindukan suami.

3. Malu berkomuniskasi Tentang H-u-b-u-n-g-a-n I-n-t-i-m

Terkadang para istri malu untuk mengkomunikasikan keinginannya saat hendak ber-h-u-b-u-n-g-a-n i-n-t-i-m. Tidak terlaksananya niat dan keinginan akan membuat h-u-b-u-n-g-a-n i-n-t-i-m dengan suami menjadi monoton. Berilah pujian kepada suami saat atau sesudah ber-h-u-b-u-n-g-a-n i-n-t-i-m.

Jika 3 hal diatas bisa diperbaiki, maka besar kemungkinan anda akan memiliki rumah tangga yang erat saling mencintai, menyayangi dan menghargai satu sama lain. Lewat ber-h-u-b-u-n-g-a-n i-n-t-i-m dengan semata mata karena keridhoan dari Allah SWT, niscahya akan menghidari kita dari godaan kesetiaan dan lepas dari tanggung jawab.

Sumber : http://www.beradab.com/2016/11/istri-jauhi-3-hal-ini-agar-pahala-hu.html